Wednesday, 6 January 2010

Pejabat Bone Bakal Antri Dibui

BONE, UPEKS--Akhir tahun 2009, pejabat Kabupaten Bone dihentak sejumlah masalah. Selain didera persoalan defisit anggaran yang cukup besar, beberapa pejabat penting Pemkab Bone, satu-satu digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Bone atas kasus dugaan korupsi.

Dua diantara pejabat penting Pemkab Bone yang masih hangat didibicarakan di lakalangan masyarakat Bone yang sudah lebih dulu digiring ke Lapas adalah mantan Kepala Dinas Catatan Sipil (Capil) dengan kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kadis Tenaga Kerja Bone, Muh Amin, dengan dugaan kasus korupsi pembangunan BLK Bajoe.
Namun dari catatan yang dihimpun Upeks dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)di Bone , masih ada beberapa nama pejabat penting Pemkab Bone yang bakal menjadi incaran pihak Polisi dan Kejaksaan Negeri Bone dengan kasus juga dugaan korupsi.
Diantaranya, dugaan korupsi pembangunan beberapa pasar, dana pendidikan yang terangkum di Dana Alokasi Khusus (DAK), pembangunan stadion Bone, rehabilitasi Masjid Al Markas, dana Bencana Alam, dana Porda dan termasuk dana purna bakti para mantan anggota DPRD Bone, pembangunan pasar sentral Bone serta penyelewengan dana cetak sawah dinas tanaman Pangan Bone dikecamatan Ajangale.
Koordinator LAKRa (Lembaga Adokasi Kesejahteraan rakyat), Suardi, menjelaskan, kinerja Kajari Bone sudah lumayan karena sudah mampu memperlihatkan giginya dengan menjaring dua pejabat penting pemkab Bone, namun masih menilai pihak kejaksaan Bone masih lamban untuk mengungkap semua penyelewengan dana di lingkup Pemkab Bone.
Suardi, menggambarkan, masih banyak dugaan penyelewengan yang harus dikaji oleh pihak Kajari Bone yang sepertinya akan tenggelam dengan sendirinya yaitu dana pembangunan stadion dan dana Porda serta dana purna bakti para anggota DPRD Bone serta dana bencana alam yang diduga juga bermasalah dan penuh dengan intrik penyelewengan.
Sementara itu, Kajari Bone, Hj Masnaeni Djabir, kepeda wartawan, mengakui, pihaknya saat ini masih mendalami beberapa kasus dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi di lingkup Pemerintaha kabupaten Bone dan saat
ini pihaknya sementara melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi ditubuh dinas Tanaman pangan yakni kasus percetakan sawah di Kecamatan Ajangale, kasus rehabilitasi Masjid Al Markas dan pembangunan pasar kecamatan. (subaer)


2 comments:

  1. pembangunan pasar bengo dibone barat,faktanya pasar tersebut terkesan asal jadi,bahan yang seharusnya papan diganti triplek. dan banyak warga sekitar pasar yang mengalami penggusuran dirugikan karena mengalami penipuan karena ganti rugi yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Masa per kapling, cuma dihargai 2 juta + toko sempit ukuran 3 *4.

    ReplyDelete
  2. Tetap konsisten mengawal kasus seperti itu,,, dan berbagi informasi...

    ReplyDelete

Comment