Politik makin Panas,Hak angket kasus Bank Century yang kini bergulir di DPR bagaikan pisau bermata dua bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Hak angket itu pisau bermata dua, satu matanya bisa menusuk Pemerintahan SBY, mata satunya lagi bisa menusuk lawan politik SBY ketika semua parpol koalisi lebih memilih mengendapkan kasus Bank Century,” kata Ruslan PENGAMAT pOLITIK. Memang hak angket menjadi Pembuktian anggota DPR terpilih,tapii Kualitasnya sama dengan periode lama yang selalu awal tiada akhir.
Dan Yang akan menjadi sasaran tembak tentunya orang-orang kepercayaan SBY yaitu Boediono dan Sri Mulyani
Karena itu, Ruslan memperkirakan, Partai Demokrat dan semua elemen pendukung SBY akan berusaha menghadang hak angket ini agar tidak bergulir lebih jauh.
Ruslan menambahkan, sebenarnya pascapemilu Presiden semua lawan politik SBY sudah kompak dan cenderung tiarap melihat kemenangan fenomenal SBY.
Memang “Kalau kasus KPK vs Polri bisa disikapi SBY sesuai harapan rakyat, maka kasus Bank Century tidak akan muncul ke permukaan. Tapi karena SBY dianggap tidak tegas, maka itu dijadikan pintu masuk lawan politik SBY untuk sekalian membongkar kasus Bank Century,” katanya.
Dan menjelang berakhirnya masa tugas Pansus Angket Bank Century.Dan diakui atau tidak, telah membuat elite negeri ini merasa gerah. Gerah karena wacana pemakzulan Presiden berhembus dengan kencang.
Berdasarkan Pasal 7B ayat (1) UUD, presiden dan/atau wakil presiden dapat dilengserkan dengan dua sebab. Pertama, melakukan pelanggaran hukum. Ada lima jenis pelanggaran hukum yang dimaksud, yakni pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela. Kedua, tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan/atau wakil presiden.
Itulah sebabnya, pada Kamis (21/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan tujuh pemimpin lembaga negara. Dua lembaga negara yang paling penting dalam konteks pemakzulan adalah hadirnya Ketua Mahkamah Konstitusi dan Ketua MPR.
Nah bagaimanakah kelanjutannya,kita saksikan di Tv anda?

No comments:
Post a Comment