Apa sih yang bisa dicermati dari nyanyian’ seorang Susno Duaji..? Apakah hanya sebatas tekad seorang jendral bintang tiga yang ingin mereformasi institusi Polri.? Atau refleksi sebuah orkes sakit hati’ dari mantan seorang kabareskrim yang dicopot jabatannya karena terkait kasus century..? Atau adakah Grand Design dari sebuah untouchable hand’ yang tengah memainkan dia sebagai pioner untuk sebuah kepentingan besar..?
terlepas dari itu semua, testimony seorang Susno Duaji haruslah dijadikan sebuah Entry point menuju reformasi aparat Penegak hukum yang sekarang ini sangat tercoreng akibat ulah para Markus dan Mafia hukum.
Reformasi dalam tubuh internal Polri sendiri haruslah bisa memformat regulasi usang’ menjadi struktur organisasi yang baru, dengan cara memperkuat sistem pengawasan melalui Irwasum, Divpropam, dan pembenahan fungsi Reskrim secara menyeluruh dengan memasang orang-orang bersih di berbagai jabatan strategis khususnya dalam divisi Bareskrim’
Kabareskrim adalah jabatan paling strategis di Polri. Karena disinilah Epicentrum penegakan hukum itu dimulai sebelum BAP dinyatakan P21 dan diserahkan ke Kejaksaan yang kemudian diproses di pengadilan.
Makanya bisa dibayangkan kekecewaan seorang mantan kabareskrim yang dicopot karena desakan sebuah big interest’ dari sebuah agenda yang tersembunyi.
Lalu ada agenda apa dari semua ini?
Ada yang menarik jika kita mencermati mesranya hubungan Susno dengan Satgas Pembrantasan Mafia Hukum yang di bentuk oleh Presiden SBY berapa bulan yang lalu, kemudian keengganan Susno untuk menyebut keterlibatan TB 1 (Kapolri) dalam kasus Markus Gayus, patut dicurigai adanya sesuatu’ diantara SBY, Kapolri dan Susno. Mungkin inilah strategi dari SBY dengan Manajemen Konflik’nya untuk memunculkan nama Susno sebagai Kapolri nantinya pengganti BHD yang akan pensiun 20 oktober. Dengan harapan Susno bisa menjadi Pion SBY dan BHD sehingga bisa mereduksi kasus-kasus yang sekarang ini sedang heboh. Century, Markus dsb.
Jika benar Susno nantinya menjadi Kapolri, maka semakin tenanglah SBY, sekali tepuk 2 lalat mati di tangan’…Kasus Century tenggelam, Markus dan kasus lain yang mengganggunya selesai.
Benar atau tidak, mari kita tunggu tanggal mainnya..Wallahu a’lam bissawab…
Tuesday, 20 April 2010
Century Hadir Kembali
Ketika melihat kabar berita kemarin dan hari ini. Dalam hati saya bertanya, “Ada apa dengan TV One??” Atau mungkin lebih tepatnya, “Ada apa dengan Abu Rizal Bakrie?” Mungkin tak ada hubungannya dengan mereka semua. Tetapi setelah melihat kabar tersebut, ada senyuman kecil yang tiba-tiba terukir dari bibir saya.
Titik cerah dalam menumbangkan rezim SBY-BOEDIONO, kini mulai terlihat adanya. Dan saya yakin itu adalah cita-cita dari seluruh rakyat yang cinta terhadap bangsa ini. Ditambah lagi dengan diluncurkannya buku karya “Bambang Soesatyo” dengan judul “SKANDAL GILA BANK CENTURY”. Walaupun saya belum membaca buku tersebut, tetapi besar harapan saya pada isi buku itu, akan Kebenaran dalam kasus century.
Tetapi jerih upaya SBY dalam merekayasa kasus ini, bisa diacungkan jempol. SBY berhasil mengulur waktu dalam menuntaskan kasus century yang notabene menjadi kekhawatirannya selama ini. Salut! Kata yang sangat lembut dan sopan untuk politisi kurang ajar seperti SBY.
Eksistensi wacana “Skandal Century” kini sudah mulai terlihat disalah satu media. Dan itu harus kita jaga sampai kasus ini dapat terungkap setuntas-tuntasnya. Dan sebagai mahasiswa, sepertinya saya dan teman-teman yang masih merasa mempunyai tanggung jawab sebagai “Mahasiswa Indonesia” sebaiknya menjadi tombak dalam penuntasan kasus tersebut.
Karena dari dulu saya sudah percaya akan perkataan salah satu pengamat politik bangsa, yaitu Kakek saya sendiri. Bahwa memang, Skandal Century ini adalah pintu gerbang kita untuk menumbangkan rezim SBY-BOEDIONO. Akankah kita harus menunggu sampai tahun 2014 untuk menyingkirkan SBY ??! Apakah kita akan terus menjadi penonton setia, akan masalah yang tak kunjung usai sekalipun itu hasil rekayasa dari SBY sendiri ??!
Hidup itu adalah pilihan, wahai saudaraku. Dan apakah piliah anda ?? Diam dan hidup dalam kebodohan dan penindasan ??! atau Bangkit sekalipun mati dalam kebenaran ??!
Titik cerah dalam menumbangkan rezim SBY-BOEDIONO, kini mulai terlihat adanya. Dan saya yakin itu adalah cita-cita dari seluruh rakyat yang cinta terhadap bangsa ini. Ditambah lagi dengan diluncurkannya buku karya “Bambang Soesatyo” dengan judul “SKANDAL GILA BANK CENTURY”. Walaupun saya belum membaca buku tersebut, tetapi besar harapan saya pada isi buku itu, akan Kebenaran dalam kasus century.
Tetapi jerih upaya SBY dalam merekayasa kasus ini, bisa diacungkan jempol. SBY berhasil mengulur waktu dalam menuntaskan kasus century yang notabene menjadi kekhawatirannya selama ini. Salut! Kata yang sangat lembut dan sopan untuk politisi kurang ajar seperti SBY.
Eksistensi wacana “Skandal Century” kini sudah mulai terlihat disalah satu media. Dan itu harus kita jaga sampai kasus ini dapat terungkap setuntas-tuntasnya. Dan sebagai mahasiswa, sepertinya saya dan teman-teman yang masih merasa mempunyai tanggung jawab sebagai “Mahasiswa Indonesia” sebaiknya menjadi tombak dalam penuntasan kasus tersebut.
Karena dari dulu saya sudah percaya akan perkataan salah satu pengamat politik bangsa, yaitu Kakek saya sendiri. Bahwa memang, Skandal Century ini adalah pintu gerbang kita untuk menumbangkan rezim SBY-BOEDIONO. Akankah kita harus menunggu sampai tahun 2014 untuk menyingkirkan SBY ??! Apakah kita akan terus menjadi penonton setia, akan masalah yang tak kunjung usai sekalipun itu hasil rekayasa dari SBY sendiri ??!
Hidup itu adalah pilihan, wahai saudaraku. Dan apakah piliah anda ?? Diam dan hidup dalam kebodohan dan penindasan ??! atau Bangkit sekalipun mati dalam kebenaran ??!
Subscribe to:
Posts (Atom)
