Wednesday, 29 September 2010

Ampera Raya Masih Mencekam

JAKARTA, KOMPAS.com - Keadaan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu ( 29/9/2010 ), masih mencekam. Seratusan pemuda dari salah satu kelompok yang bertikai masih berjaga-jaga di sekitar pengadilan.

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 13.45, jalan Ampera Raya masih ditutup. Beberapa orang masih berteriak-teriak sambil membawa parang. Ratusan polisi menutup jalan tepat didepan pengadilan serta didepan toko Total Buah Segar yang berjarak 200 meter dari pengadilan.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai bentokan itu. Namun, sekitar empat orang dari salah satu kelompok yang diserang terluka, dua diantaranya luka parah terkena tembakan dan sabetan parang.

Kepolisian telah menyita beberapa parang dan beberapa selongsong peluru yang ditemukan di lokasi. Ceceran darah dari korban, batu, serta pecahan kaca terlihat di sepanjang jalan Ampera Raya.

Tuesday, 28 September 2010

DPR Setuju Agus Jadi Panglima

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat Paripurna DPR, Senin (27/9/2010), menyetujui pengangkatan Laksamana Agus Suhartono sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Djoko Santoso. Sebelumnya, Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq menyampaikan laporan Komisi atas seluruh rangkaian uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Komisi I terhadap calon panglima baru.

Dalam laporannya, Mahfudz menyampaikan bahwa Agus adalah sosok yang bersih dari kasus korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan pelanggaran disiplin. "Agus terkenal rutin melaporkan harta kekayaannya, terakhir pada April 2010," katanya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta.DPR memberikan catatan penting yang harus diperbaiki institusi TNI. Yang terpenting, kata Mahfudz, adalah penguatan TNI di wilayah perbatasan dan daerah rawan separatisme. "Melakukan efisiensi efektivitas organisasi TNI; mengembangkan doktrin TNI; keterpaduan darat, laut, dan udara; mempercepat penyelesaian penyerahan bisnis TNI; netralitas TNI dalam pemilu dan pilkada; serta rekruitmen calon TNI yang transparan," papar Mahfudz.

Selain itu, TNI juga diminta untuk memerhatikan ketersediaan persenjataan tanpa mematikan industri persenjataan dalam negeri. Mereka juga diminta untuk menyusun anggaran belanja secara lebih proporsional.

Obama: Mengapa Saya Kristen

ALBUQUERQUE, KOMPAS.com — Sebuah acara yang dirancang untuk diskusi mengenai masalah perekonomian berubah menjadi acara yang membahas masalah pribadi, Selasa (28/9/2010). Hal itu terjadi ketika seorang perempuan menanyakan kepada Presiden AS Barack Obama tentang iman Kristen dan pandangannya terhadap aborsi.

Pertanyaan itu mencuat pada sebuah pertemuan bergaya balai kota di halaman sebuah rumah di Albuquerque, AS, sebagai bagian dari pendekatan publik Obama untuk menjelaskan kebijakannya dan dalam rangka kampanye Partai Demokrat untuk pemilu kongres pada November mendatang.Setelah sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang dengan benar mengidentifikasi Obama sebagai seorang Kristen, Presiden memberikan tanggapan pribadi, sebagai orang dewasa, dalam percakapan itu. Ia juga memaparkan tentang bagaimana tugas pelayanan publiknya menjadi bagian dari praktik imannya.

"Saya seorang Kristen karena pilihan," kata Obama memulai jawabannya, dengan tetap berdiri di bawah terik matahari, ketika ditanya mengapa ia menjadi seorang Kristen. "Saya memeluk iman Kristen belakangan, dan itu karena ajaran Yesus Kristus yang berbicara kepada saya tentang kehidupan yang ingin saya lakoni," kata Obama seperti dikutip CNN. "Menjadi pelindung bagi saudara dan saudari saya. Memperlakukan orang lain sebagaimana mereka akan memperlakukan saya. Dan saya pikir, juga memahami itu, bahwa Yesus Kristus wafat untuk dosa-dosa saya, berbicara dengan kerendahan hati bahwa kita semua harus berlaku sebagai manusia."

Ia melanjutkan, "Manusia penuh dosa dan makhluk tak sempurna yang membuat kesalahan dan memperoleh keselamatan melalui kasih karunia Allah." Ia menambahkan, "Kita juga dapat melihat Tuhan pada sosok orang lain dan melakukan hal terbaik kita untuk membantu mereka menemukan kasih karunia mereka sendiri."

"Jadi, itulah yang berusaha saya lakukan," kata Obama. "Itu yang saya panjatkan dalam doa untuk saya lakukan setiap hari. Saya pikir tugas pelayanan publik saya adalah bagian dari upaya itu, untuk mengungkapkan iman Kristen saya."

Pada saat yang sama, Obama menekankan keyakinannya bahwa kebebasan beragama adalah bagian dari kekuatan penting Amerika Serikat. "Ini merupakan sebuah negara yang masih didominasi Kristen, tapi kita punya orang-orang Yahudi, Muslim, Hindu, ateis, agnostik, Buddha dan lain-lain," katanya. Ia menambahkan, "Jalan rahmat mereka (warga non-Kristen) adalah salah satu yang kita harus hargai dan hormati sebagaimana keyakinan kita sendiri, dan itulah yang menjadikan negara ini seperti apa adanya saat ini."

Penanya yang sama juga menanyakan tentang peraturan aborsi dini dan aborsi saat usia kandungan sudah tua, yang menjadi isu politis dalam perdebatan aborsi. Obama menjawab, aborsi harus menjadi sesuatu yang "aman, legal, dan langka" di Amerika. Ia pun menambahkan bahwa keluargalah, bukan pemerintah, yang harus membuat keputusan tentang hal itu.

Pada tanggal 19 September, Obama secara terbuka menghadiri kebaktian di gereja untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan sejak keluarga itu bergabung dengan kebaktian pada pukul 09.00 di Gereja St John Lafayette Square, sebuah kongregasi Episkopal yang terletak sekitar satu blok dari Gedung Putih. Keluarga itu duduk beberapa baris dari altar, di antara sekitar 40 anggota jemaat.

Sebagai informasi, sebuah survei yang dilakukan pada akhir Juli dan awal Agustus oleh Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik menunjukkan, hampir satu dari lima orang Amerika percaya bahwa Obama seorang Muslim. Angka itu naik dari sekitar satu dari 10 orang Amerika yang mengatakan ia Muslim pada tahun lalu. Jumlah orang Amerika yang menyatakan ragu-ragu tentang agama sang Presiden jauh lebih besar dan terus bertumbuh, termasuk di antara basis politik Obama. Sebagai contoh, kurang dari setengah dari pendukung Demokrat dan Afrika-Amerika saat ini mengatakan, Obama seorang Kristen.

Menurut survei Pew yang dirilis bulan lalu, sebagian besar dari mereka yang berpikir Obama seorang Muslim adalah pendukung Republik. Namun, jumlah kelompok independen yang percaya dia Muslim telah berkembang secara signifikan, dari 10 persen tahun lalu menjadi 18 persen pada musim panas ini. Pada Maret 2009, 36 persen orang Afrika-Amerika mengatakan, mereka tidak tahu apa agama Obama. Sekarang, 46 persen warga Afrika-Amerika mengatakan mereka tidak tahu.

Siapa Bilang Polisi Takut dengan Bakrie?

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia menyatakan tidak takut dengan Grup Bakrie. Kesan atas lambatnya proses hukum terhadap Grup Bakrie bukan disebabkan oleh rasa takut, melainkan karena polisi mengikuti prosedur hukum yang memang membutuhkan waktu.

"Tidak ada, penyidik tidak takut dengan siapa pun. Ini bukan masalah kekuasaan, tapi ini masalah hukum," ungkap Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ito Sumardi di Jakarta, Rabu (29/9/2010). Ito menyatakan bahwa hal ini terkait dengan kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Saat memberikan kesaksian dalam persidangan terdakwa mafia hukum Kosasih, Gayus menyebutkan bahwa ia membantu sejumlah perusahaan Grup Bakrie dalam persoalan pajak. Ia mengakui, uang Rp 28 miliar dia terima dari tiga perusahaan Bakrie Group, yakni PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, dan PT Bumi Resource. Adapun Gayus saat ini tengah menjalani proses persidangan.

Banyak pihak mengkritik Polri, kenapa lembaga penegak hukum ini baru memproses Gayus, tetapi belum memproses sejumlah perusahaan Bakrie yang diduga merekayasa pajak dengan bantuan Gayus.

Ito menolak anggapan bahwa polisi bergerak lambat. "Yang lambat itu bukan kami, melainkan proses hukum yang membuatnya jadi lebih lambat dan kami harus hormati aturan yang ada," ungkapnya.

Menurut Ito, pernyataan Gayus Tambunan dalam persidangan dapat dijadikan barang bukti. Saat ini, polisi masih mencari barang bukti lain. Kami harus cari lagi barang buktinya, minimal dua barang bukti agar kami bisa proses," ungkapnya.

Sejauh ini, Polri mengakui bahwa mereka sudah melakukan kerja sama dengan PPATK dan bank untuk menelusuri aliran dana milik Gayus dan grup Bakrie. "Nanti kalau memang ada bukti aliran dana, ya pasti kami periksa sesuai aturan yang ada," papar Ito.

Comment