Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kehidupan berpolitik untuk memajukan demokrasi.
"Politik tidak boleh bersiasat, politik jangan mengakali untuk kepentingan pribadi, itu jauh dari etika," tegas Presiden saat peluncuran buku biografi Ibu Ani Yudhoyono berjudul "Kepak Sayap Putri Prajurit" di Jakarta, Jumat (30/7) malam.
Presiden menanggapi adanya sejumlah pertanyaan apakah ada peluang perubahan aturan mengenai masa jabatan presiden dalam UUD 1945.
Presiden mengatakan, aturan yang sudah ada menjadi landasan bagi kebaikan demokrasi Indonesia jangan diubah karena akan merusak upaya pembangunan demokrasi yang berlangsung sejak reformasi 1998."Ada juga mengatakan apakah aturan bisa diubah, saya katakan tidak karena itu ingkari reformasi. Merusak apa yang sudah kita bangun bersama-sama," katanya.
Kepala Negara menyatakan secara tegas bahwa setelah 2014, ia akan purna tugas dan kembali ke tengah-tengah masyarakat dan membantu presiden dan pemerintah selanjutnya.
Presiden juga menegaskan, tidak ada niat dan rencana Ibu Ani Yudhoyono untuk maju menjadi presiden periode mendatang.
"Tiga bulan lalu ada yang bertanya, apakah ada pikiran keluarga Ibu Ani running sebagai presiden? Saya katakan dan istri mengatakan tidak ada rencana itu, karena kami bersyukur bisa merampungkan tugas kami 2014 dan sepakat kembali ke lingkungan masyarakat," tegasnya.
Di akhir sambutan dalam peluncuran buku biografi tersebut, Presiden mengatakan, saat mengakhiri tugasnya pada 2014, ia dan Ibu Ani ingin membuat sebuah perpustakaan publik sehingga dapat terus membantu bangsa dan negara.
Peluncuran buku biografi tersebut dihadiri oleh Wapres Boediono dan Ibu Herawati, Ibu Mufida Kalla, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta undangan dari berbagai kalangan.(Ant/BEY)

No comments:
Post a Comment