Monday, 22 February 2010

Catut Nama Dipansus, Pantaskah?

Perdebatan tentang penyebutan nama di pansus century ternyata menjadi masalah baru yang mengundang reaksi masyarakat. Bukan hanya di sidang pansus tapi para pakar juga angkat bicara tentang masalah itu. Persoalannya sekarang, apakah pencatutan nama itu wajar atau tidak? Pantas atau tidaknya sebenarnya tergantung kebutuhan, jika itu dianggap bisa memberi titik terang dalam pengungkapan kasus ini tidak ada masalah. Kenapa mesti takut? Tidakkah kebenaran itu memang mesti terungkap.
Inilah masalahnya bangsa ini, terlalu phobia untuk mengangkat hal-hal yang menyangkut pejabat publik. Sebagai contoh, berbicara pemakzulan saja seakan-akan para legislator itu sangat terbatas untuk berbicara, padahal itu hal yang wajar dalam negara hukum dan demokrasi. Ketika seorang pemimpin negara terbukti melanggar hukum, pemakzulan itu hal biasa dan tidak memandang apakah dia dipilih oleh sebagian besar rakyat bangsa.
Nah, apakah penyebutan nama ataupun bicara pemakzulan itu dilarang, apa dasarnya? Sangat ironis ketika sebuah aturan yang sudah jelas dialrang untuk diperbincangkan . Seberapa besarpun bola pemakzulan ataupun pencatutan nama itu bergulir ketika tidak terbukti, kan masyarakat bisa menilai.
Dalam kasus century ini, saya pikir tidak ada salahnya mengeluarkan nama yang memang benar-benar terbukti dan meyakinkan. Karena dengan informasi seperti itu masyarakat bisa menilai kinerja pansus yang selama ini belum mengasilkan yang maksimal. Nah, dimana perdebatannya? Jelas pihak yang tidak menginginkan hal tersebut berargumentasi kateika pencatutan nama itu yang akhirnya tidak terbukti bersalah itu dianggap sebagai pencemaran nama baik, selain itu mereka mengatakan ini belum bisa dalam artian belum waktunya..so kapan?
Sangat lucu ketika bukti itu sudah jelas dan ternyata berusaha ditutupi, bagaiman masyarakat bisa mengetahui kebenaran yang sebenaranya. Cepat atau lamabat nama itupun pasti akan muncul tapi persoalannya ini pertarungan kredibilitas pansus dan eksistensi pendukung pemerintah. Sebenarnya apa yang lebih dibutuhkan pansus, kebenaran yang real atau kebenaran semu.?



No comments:

Post a Comment

Comment