MAKASSAR -- Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR), mengguncang Makassar tengah malam tadi. Persisinya pukul 23.59.19 Wita. Titik gempa berada di lokasi 6.11 Lintang Selatan, 117.55 Bujur Timur atau 232 kilometer Barat Daya Makassar.
Pusat gempa berada di kedalaman laut 19 kilometer, atau 265 Km timur laut Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berada 294 Km barat laut Raba, dan 298 Km barat daya Bulukumba.
Seperti dilansir dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sesaat setelah gempa, diketahui bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa tersebut terasa cukup kuat. Awak redaksi FAJAR yang sementara mengerjakan tugas di lantai empat Graha Pena, merasakan betul getaran itu. Meja, kursi, komputer, dan televisi yang dipajang bergoyang.
Kepanikan pun terlihat jelas. Apalagi puluhan karyawan PT Info Media di lantai lima Graha Pena, lebih awal berhamburan ke lantai dasar lewat tangga darurat. Para karyawan berhamburan keluar ruangan.
Tak hanya di gedung Graha Pena. Getaran gempa dirasakan hampir seluruh warga Makassar. Hanya dalam hitungan detik, status di situs jejaring sosial, Facebook dan Twitter mengaku merasakan getaran gempa itu.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Haidar Majid, kepada FAJAR menyatakan, gempa yang terjadi itu merupakan sentilan kecil. "Pesannya kita diminta introspeksi diri, belajar bersyukur, jauhi kemungkaran, kurangi pertikaian, jauhi prasangka buruk, kasihi sesama, dan tentu saja segera bertaubat," ujarnya.
Begitupun pengakuan seorang warga Makassar, Yulie. Dia mengaku ikut merasakan getaran gempa. Yulie sudah bersiap tidur, tetapi melihat lampu di kamarnya bergoyang sehingga mengurungkan niatnya. "Gempa guncang Makassar. Waspadalah susulannya. Diharapkan kita tidak tidur nyenyak dulu," ujarnya.
Anggota DPRD Selayar, Ince Langke, malam tadi juga mengaku kaget dengan lumayan kerasnya "ayunan" gempa yang melanda Makassar dan sekitarnya. Saat diberitahu bahwa pusat gempa ada di sekitar perairan Selayar, dia pun berharap semoga tidak menimbulkan tsunami.
"Mudah-mudahan ini gempa biasa saja. Kasihan masyarakat kita jika diikuti tsunami. Tengah malam begini lagi," ucapnya.
Sejumlah warga dilaporkan berlarian ke luar rumah, malam tadi. Tamu-tamu hotel khususnya yang berada di sekitar Pantai Losari seperti Hotel Imperial Aryaduta, Hotel Quality, Makassar Golden Hotel (MGH), dan Hotel Pantai Gapura, juga ikut berlarian dan berkumpul di tepi jalan lantaran khawatir gempa menimbulkan tsunami.
Hingga berita ini naik cetak, belum diterima laporan tentang korban jiwa atau luka akibat gempa itu. Kerusakan akibat getaran gempa juga dilaporkan tidak ada.
Sekaitan gempa tersebut, beredar informasi menyesatkan via BlackBerry Messenger (BBM) bahwa terjadi keretakan di Bendungan Bilibili, Kabupaten Gowa. Isunya sebanyak 42.694 kubik air dari bendungan mengalir menuju Makassar.
Air diperkirakan setinggi delapan meter dan bakal menenggelamkan Kota Makassar. Isu tersebut sempat membuat panik para pengguna BlackBerry.
Pantauan FAJAR di berbagai saluran informasi, juga belum diketahui adanya kapal yang mengalami kecelakaan akibat gempa malam tadi. Maklum, daerah yang menjadi pusat gempa dikenal sebagai lokasi lalu lalangnya kapal laut, baik dari Surabaya menuju timur Indonesia, maupun sebaliknya. (ram)


No comments:
Post a Comment